Wednesday, June 4, 2014

Modern Family or Idiot ?

Akhir akhir ini aku sering memiliki sifat yang bahkan aku sendiri tidak paham dari mana datangnya sifat ini yang terlalu sering muncul secara tiba tiba. Aku hanya ingin duduk sendiri, di malam yang cukup dingin untuk membuat tubuh seorang lelaki gemetar. Hampir setiap malam aku keluar menggunakan sepeda putih berbatang dua dan mencari tempat hanya untuk duduk diam tanpa melakukan apapun.

Sampai saat itu, tepatnya malam itu..
aku tidak sengaja pergi dan duduk hanya untuk sekedar memuaskan dahaga kesendirian ku dan sekedar duduk minum kopi di sebuah cafe. Tempat yang cukup sepi untuk memuaskan nafsu kesendirian yang sering menyerangku. Kembali, aku melakukan kebiasaan ku, Melamun dan menyendiri.
Aku duduk di kursi luar, hanya di temani oleh sebuah kursi dan  temannya, iyappp, meja. dan di temani oleh suara suara jangkrik yang saling bersautan.

Aku memperhatikan satu keluarga, lengkap. yang cukup harmonis kukira..
Satu keluarga sedang duduk makan malam bersama di pojok sana. Mereka tertawa bahagia, kakak tertawa terbahak bahak sangking senang nya.Begitu juga dengan sang ayah yang sibuk mengutak atik E-mail nya sendiri,  ibu yang cengengesan dengan hal hal yang kurang penting melalui facebook, dan sang adik perempuan kecil hanya duduk manis, menyantap makanan sederhana dan menyaksikan keanehan itu semua. Hanya ada sedikit suara sentuhan dua sendok dan di dominasi oleh banyak nya suara ketikan ketikan aneh yang keluar dari keyboard gadget masing masing. Ayah sibuk dengan imel nya, ibu dengan fesbuk nya, dan kakak dengan temlen Twitter nya..

Apakah Harmonis ? atau ..

Awal nya aku hanya sibuk dengan lamunan yang sudah sangat sering ku lakukan. Namun keluarga ini berhasil mencuri perhatian ku. Aku sempat iri dengan mereka, terlihat sangat harmonis. Mereka menyempatkan waktu hanya untuk melakukan makan malam bersama. Bersama orang yang mereka cintai. Sangat berbeda dengan keluarga ku yang mungkin hanya sebulan sekali untuk dapat melaksanakan hal seperti ini. Tetapi kata harmonis yang dulu nya mudah di dapatkan keluarga itu, seperti nya raib oleh kemajuan teknologi.
Aku sempat bertanya, inikah yang di namakan keluarga modern ? everyone has a gadget ? and doesn't care about the people around them ? i think YES.

Bahkan mereka sama sekali  tidak berbicara dengan yang lainnya. Fokus mata nya hanya tertuju kepada layar gadget masing- masing. Aku mulai bosan melihat keluarga itu.  Tiada interaksi, tiada canda tawa antara mereka, busy with their own bussiness. Or maybe their bussiness is more important than their family ? who know ? haha

Aku kembali melanjutkan bisnis ku.. YEP imagine something ..
tapi tiba tiba ada suara anak yang berhasil memecah lamunan itu

"Mah, kita pergi jauh jauh ke sini cuma buat makan beginian terus adek bengong sendiri ?" Ujar bocah dengan nada yang sedikit keras volume nya.
Aku tidak tau dari mana asal suara itu, setelah ku perhatikan hanya ada satu pelanggan di cafe tersebut selain aku, iya keluarga yang aku maksud tadi.

Pertanyaan bocah tersebut belum di hiraukan sampai ada suatu suara yang sedikit mengejutkan " YES ! KAKAK DI FOLLBACK MADDIJANE ! :)) "
dan disambut dengan mamah nya yang tiba tiba cengengesan "kak lihat nih, mama dapat barang baru discount 70% dari facebook. Besok temenin mamah transfer duit yah , barangnya limited edition nih "

Bocah yang  melontarkan pertanyaan yang berbau pernyataan tersebut hanya diam dengan wajah lugu yang sedikit kecewa. Wajah nya hanya menunjukan sedikit kekecewaan yang menggambarkan bahwa hal hal seperti itu sudah lumrah terjadi di keluarga yang notabene seperti nya modern itu.

Aku berfikir.. " Keluarga ku. Mereka cukup sibuk dengan urusan nya sendiri, sehingga aku harus pergi sendiri untuk menghibur diri sendiri, tapi aku bangga terhadap mereka, karena ketika kita berkumpul kita semua menghargai satu sama lain dengan tidak menghiraukan hal hal lain selain keluarga. Dari pada aku dan keluarga ku harus sering berkumpul tetapi harus seperti keluarga yang sekarang tepat berada didepan ku ini .. seperti nya aku tidak ingin. dan Positif ternyata aku masih memiliki keluarga yang di anugerahkan untuk menyayangi aku dan keperluanku" .

Aku pun mengakhiri malam yang tampak biasa itu dan membawa pulang banyak manfaat yang muncul ketika lamunan ku di pecahkan oleh seorang bocah. Aku langsung bergegas pulang dan tidak sabar berteriak untuk di bukakan pintu oleh sang ayah yang tidak pernah tidur jika anak laki laki nya belum pulang :)) that's my dad.

And i think every family, every person, has their own way to show that they are still loving you. Trust me ..


Members

awas di belakang. Powered by Blogger.