Saturday, April 26, 2014

Last story

TULISAN SAYA

I HAVE SOMETHING TO TELL, THAT'S WHY I WRITE :)

Hari itu , merupakan hari yang sukar untuk di lepaskan dari ingatan. Hari itu adalah hari perpisahan, perpisahan dimana semua orang tidak pernah menginginkan nya. Namun itu semua memang sudah kodrat. "dimana ada pertemuan, pasti disana juga ada  sebuah perpisahan" kurang lebih begitu kata pepatah.

Hari itu merupakan hari terakhir bagi kakak dan abang kelas XII di sekolah ku. yaaa acara "Farewell Party" tepat nya..

Banyak kakak dan abang kelas yang sekaligus merupakan sahabat sahabat ku. di dalam benak ku, selalu muncul pertanyaan, "apa yang akan mereka lakukan setelah tamat dari sekolah ini, apakah ketika mereka sukses nanti mereka segera melupakan aku. atau apakah masih ada sahabat seperti mereka yang tersisa untuk ku ketika mereka pergi merantau ke kota orang". pikirku sembari menatap mereka.

"woi bey, fotokan dulu abang sama bapak ni " teriak seorang lelaki berjas hitam yang tak lain abang kelas sekaligus sahabat ku.
aku pun langsung mengambil beberapa gambar dari mereka berdua.
"heleh, kalo bapak tu ganteng, kalo abg neee surammm, hilang semangat liat foto ni"
"halaaah bacod bocah, coba liat sini gambar nya "
" neeh,, uda pasti suram"
"ga apaa, ganteng sikit hahaha " canda nya :v
" abang bawa kamera ni bentar ya , mau foto sama cewek wkwkwk " tanpa meminta restu, ia langsung membawa kamera tersebut.

" woi bang sauk !! " yaa, sauki , dia abang kelas sekaligus sahabat ter aneh that i ever have.

keanehan si sauki ini kita mulai dari sok ganteng dan sok laku nya.

sembari kamera yang ku gunakan dibawa, aku mencoba menghibur diri ini yang sudah jenuh dengan acara seharian penuh . aku pun berjalan jalan ke tempat dimana acara utama berlangsung, yaa tepat nya di lapangan umum sekolah. Ternyata sedang ada pertunjukan kabaret dari kelas XII IPA 2 . aku duduk dan mulai menyaksikan  pertunjukan terakhir dari kelas 3 ini, tepat nya 3 ipa 2.
Aku duduk terdiam , menyaksikan pertunjukan kabaret. Walaupun pertunjukan ini sangat sederhana, masih banyak kesalahan yang di lakukan pemain, namun satu hal yang berhasil membuat ku tidak beranjak dari posisi untuk tetap menonton kabaret yaitu, makna perpisahan yang ingin mereka sampaikan, kesan bagaimana indah nya masa masa SMA , dan menggambarkan bagaimana hangat nya kasih sayang serta ketulusan seorang guru. Itulah mengapa aku tetap duduk diam menyaksikan pertunjukan kabaret ini. Sampai sampai aku sangat ingin sekali meneteskan air mata haru, tapi untuk kali ini aku berhasil menahan nya, namun dari sekian banyak penonton, termasuk seluruh guru, sudah banyak juga yang tidak berhasil membendung air mata nya. ketika sedang menonton dan menghayati pertunjukan itu, didalam kepala ku hanya berisi bagaimana nanti apabila mereka sudah tidak disin
Kabaret pun telah usai, aku masih terduduk diam hingga seseorang sebut saja nama nya riza memanggil nama ku.
"Bey , ntar foto in abang ya, ini kamera nya "
"oh, siap bang " ujar ku.
ketika aku ingin beranjak dari tempat duduk ku, tiba tiba MC acara meneriakkan
"kita sambut, penampilan berikut nya .. Kabaret kelas XII IPA 3 !!!!! " sorak nya
semua penonton berteriak kencang.
sebenar nya aku tidak ingin menonton pertunjukan kabaret selanjutnya, berhubung karena acara nya perpisahan, sudah pasti tema kabaret itu mengenai hal hal berbau 'berpisah' , dan aku benci itu. Namun sifat penasaran ini tidak pernah berhasil aku bendung. Alhasil aku pun kembali duduk dan menikmati kabaret ini.
awal nya kabaret ini bersifat menghibur, memparodikan iklan iklan di televisi, Namun ketika di bagian akhir, Pemusik mulai memainkan nada mellow nya, penonton yang awal nya teriak karena lucu mulai terdiam dan ikut terbawa suasana. pemain kabaret mulai memainkan aksi nya , yaitu memeragakan bagaimana indah nya masa SMA yang tidak akan pernah mereka rasakan lagi . Cuaca juga mendukung suasana saat itu, cuaca mulai mendung , musik mellow pun tetap berlanjut mengiringi permainan kabaret itu. dimana salah satu pemain kabaret laki laki tampak meninggalkan panggung seolah olah tampak itu merupakan perpisahan, namun perpisahan yang manis buat mereka.
Aku sudah mulai kesal dengan kabaret ini, sedih melihat mereka pergi. namun apa boleh buat, life must go on.

acara selanjut nya yaitu salam salam terakhir kelas 3 dengan guru dan teman teman. aku masih memegang kamera. ketika acara salam salaman ini berlangsung, bulu kuduk ku merinding, melihat abang abang yang dulu nya sangar, sering bolos, dikejar guru piket , ketahuan ngeroko dikantin, hari itu, detik itu juga dia menangis histeris sembari memeluk guru guru nya, seakan akan tidak ingin melepaskan pelukan yang amat sangat erat itu. di dalam benak ku, bagaimana keadaan ku apabila harus meninggalkan orang orang yang aku sayangi ini. aku hanya berusaha menahan agar air mata ku tidak jatuh. namun apa boleh buat, aku juga manusia, aku sudah mulai tidak perduli, aku mulai ikut terbawa suasana, air mata ku pun menetes, aku hanya berpura pura melekatkan mata ku ke lensa kamera agar tidak kelihatan bahwa air mata ku terjatuh. Aku memperhatikan  bagaimana orang orang itu menangis. dada ku terasa sesak, aku ingin melepaskan dan menangis sekuat kuat nya. aku hanya terbayang, hari ini sahabat sahabat ku pergi.

langit mulai menangis, hujan turun, turun nya juga keroyokan, ga berani satu satu #apaini #salahfokus .
aku duduk, sudah tidak sanggup lagi melihat mereka yang tidak henti henti nya menangis. namun dada ku masih sesak, ingin menangis. dan akhir nya tangisan itu meledak ketika aku bertemu sahabat sahabat ku kelas 12 yang akan pergi, aku gagal membendung air mata yang amat sangat deras, dan akhir nya ku lepas kan sembari memeluk dan meminta maaf kepada mereka semua. Mereka tidak bisa berkata kata, hanya isak tangis yang ku dengar. pelukan itu cukup lama. walau itu terasa absurd.. haha. namun itu sangat menyentuh. ternyata sahabat sahabat ku yang biasa manggil "cabe,bocah,eek,laler" dan sebagai nya , ternyata bisa sepuitis itu, huuft #eh . aku hanya berpesan kepada mereka.
" jangan pernah lupakan satu hal pun "

dan aku juga berjanji di dalam hati, "Time Goes, but friend stay, and all of us will be successfull"

REGARDS WRITER : BARRY SANDRIA 

Members

awas di belakang. Powered by Blogger.